Parenting Ayah Edy ©

About

Ayah Edy adalah seorang pemerhati dan praktisi pendidikan anak yang berbasiskan Multiple Intelligence dan Holistic Learning System.

Penggagas Program Keluarga INDONESIAN STRONG FROM HOME

Artikel Ayah Edy

    Buku-buku Ayah Edy

    Total Pageviews

    Download

    Rekaman Talkshow Ayah Edy








    Download 33 Rekaman Talk Show Ayah Edy - Indonesian Strong from Home di radio Smart FM berikut ini :






    CD Inspirasi Parenting Ayah Edy













    Download 63 kisah inspirasi parenting Ayah Edy berikut ini :



    Format Mp3 full (63 file) download disini





    Satu Jari Menunjuk

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Tidak Ada Anak Bermasalah

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Jangan Salahkan Kuncinya

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Makanan Super utk Jiwa Anak

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Siapa yg Sebenarnya Bodoh

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Seindah Awan Putih dan Secatik Awan Hitam

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Mendidik Anak Supaya Tough

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Pentingnya Briefing Kepada Anak

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Pentingnya Rasa Keadilan bagi Anak

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Fenomena Berbahaya bagi Anak

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Larry King

    Google Drive (Compressed) | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Menyinari Bagai Mentari

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Sekolah di mata Edward De Bono

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Indonesia Raya

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Juara kelas bukanlah penentu kesuksesan Hidup

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Resep Mujarap dari ayah Edy

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Anak Malas sebenarnya tidak ada

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Angka 16 Yang Berbahaya

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Rumus belajar ala Einsten

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Melahirkan Plato dan menelurkan aristoteles

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Apasih sebenarnya arti jenius

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    I love my Job

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Ayah sukses dan ayah gagal

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Guru yang tercerahkan

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Gagal itu tidak masalah

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Mana yang lebih baik mengajarkan kerja sama atau persaingan

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Penyakit maag anak

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Bertanya Tentang Sex

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Ciri Anak Otak Kanan

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Dr Mel Levin

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Generasi Elang

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    I Love You Mommy

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Kakak Adik Bertengkar

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Kekuatan Kalimat Positif

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Kisah Duka Seorang Sahabat

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Kisah Einstein

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Kisah Ulat Bulu Dan Kupu-Kupu

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Lukisan Keluarga

    Google Drive (Compressed) | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Membaca Diusia Dini

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Sebuah Pelajaran Berharga Untuk Sang Guru

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Pemain Cilik Terbaik

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Pesan Seorang Komedian

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Pesta Ulang Tahun

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Peter Daniel

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Renungan Untuk Para Ayah

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Siapkah Kita Jadi Orang Tua

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Tanda2 Kebesaran Tuhan

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    The Toxic Words

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    Thomas Edison

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    TOKO PENJUAL ANAK

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    PORNOGRAFI

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    PULANG DENGAN SELAMAT

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    PESAN ARUN GANDHI

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    PENDIDIKAN DIMATA SENIMAN

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    PERKUTUT DALAM SANGKAR EMAS

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    SURAT DARI IBU MIA

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    SURAT DARI SEORANG IBU

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    KISAH PENJUAL RUJAK

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    ANDAI SEMUA GURU SPT INI

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    MEMILIH SEKOLAH YG TEPAT BAGI ANAK

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)



    SURAT UNTUK BAPAK

    Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

    Seputar Home Schooling


    Mohon ma’af bila kami baru merangkumkan jawaban dan cerita seputar HS kami, sebagai respon atas pertanyaan yang sering diajukan melalui FB, email, telepon, maupun SMS.
    Pertanyaan yang masuk kurang lebih menanyakan hal-hal yang sama, yang tentu saja membutuhkan jawaban yang sama panjangnya, sehingga kami tidak mungkin untuk menjawab satu persatu. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rangkuman jawaban kami untuk pertanyaan yang masuk. Silakan disimak...
    1. Legalitas Homeschooling
    Legalitas homeschooling adalah hal pertama yang selalu menjadi pertanyaan para orang tua. Homeschooling/home education/sekolah rumah masuk dalam substansi pendidikan informal.
    Ketentuan mengenai pendidikan informal diatur dalam UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 27 :
    (1) Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
    (2) Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.
    Anak-anak HS/HE dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kemendiknas, yang terdiri atas 3 jenjang, yaitu : Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Dengan ijazah paket C anak HS/HE dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
    Bagi peserta HS/HE bahkan bisa menempuh ujian untuk sertifikasi bertaraf internasional dengan mengikuti ujian CIE (Cambridge International Examination) melalui perwakilan CIE di Indonesia. Sertifikasi bertaraf internasional, diperoleh melalui ujian setingkat SD, SMP, dan SMA.
    Dengan demikian maka anak-anak homeschooler punya kesempatan yang luas untuk mengikuti ujian bertaraf internasional, sehingga pilihan untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi tidak perlu dibatasi hanya dengan PT dalam negeri, tapi bisa juga lanjut ke PT di luar negeri. Sejauh ini, demikian informasi tentang legalitas yang bisa kami sharing.

    2. Syarat dan bagaimana cara bergabung dengan HSCA
    HSCA bukanlah sebuah lembaga pendidikan. HSCA adalah sebuah komunitas dari pelaku homeschooling yang kebetulan memiliki idealisme dan pemahaman yang sama tentang homeschooling. Kami memaknai homeschooling sebagai home education atau pendidikan rumah yang berbasis keluarga. Kami memaknai pendidikan bukan sekedar pengajaran tentang ilmu pengetahuan.

    Pendidikan bagi kami merupakan kesatuan antara pola asuh (keteladanan) dalam pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai moral, membangun keterampilan hidup (life skill), dan stimulasi pengetahuan, dengan terus melakukan observasi terhadap perkembangan minat dan bakat anak.

    Makna dan idealisme pendidikan itulah yang menjadi tolak ukur bagi kami untuk bergabung dan bersama-sama menjalankan HS dalam komunitas. Syaratnya adalah kesepahaman akan makna pendidikan, komitmen untuk mau saling belajar dan belajar bersama anak-anak kita, dan konsisten di dalam menjalani keputusan melakukan homeschooling.

    Bagi kami homeschooling bukanlah sekedar alternatif pendidikan untuk lari dari carut marutnya sistem pendidikan, atau karena anak dianggap bermasalah di sekolah, tapi homeschooling bagi kami adalah sebuah keputusan yang kami ambil secara sadar, bersama antara suami dan istri berkomitmen untuk melakukan pendidikan berbasis keluarga.

    3. Dimana bisa melakukan homeschooling, adakah homeschooling di tempat saya?
    Kami melakukan homeshooling tentu saja di rumah kami masing-masing. Kami melakukannya di dalam keluarga jika kebetulan anak-anak ada dalam lingkungan rumah. Kami melakukannya di lingkungan sosial dimana saja kami berada, dan kami menjadikan lingkungan sekitar kami sebagai ruang belajar bagi anak-anak kami.

    4. Biaya homeschooling
    Biaya homeschooling bagi kami tidaklah mengikat, karena kami bebas menentukan media dan alat ajar sebagai stimulus ilmu pengetahuan. Kami bebas mencari atau mengunjungi suatu tempat yang menarik bagi anak-anak kami untuk belajar dan mengenal etika moral, tata krama pergaulan, belajar tentang kehidupan nyata di sekitar mereka, dan media atau tempat yang menarik bagi mereka untuk dieksplorasi.

    5. Kurikulum homeschooling
    Kurikulum homeschooling kami berakar pada makna pendidikan yang sudah kami sebutkan sebelumnya. Sehingga kami tidaklah serta merta memindahkan kurikulum atau materi ajar dari sekolah ke rumah, karena kami tidak sepakat dengan makna homeschooling yang berarti sekolah di rumah, sehingga kurikulum bagi kami tidaklah mengikat. Kurikulum yang sudah tersedia baik level nasional maupun internasional kami jadikan sebagai acuan dalam memberikan stimulus pengetahuan atau selipan materi dalam aktivitas dan diskusi sehari-hari. Intinya:

    • Kami memberikan penghormatan pada keragaman dan keunikan setiap anak. Sehingga homeschooling yang kami jalani disesuaikan dengan kondisi keluarga dan memandang anak sebagai individu yang unik.
    • Kami memberikan ruang bermain bagi anak, dan kami menggunakan waktu sebanyak mungkin untuk mengamati mereka saat beraktivitas atau bermain, agar kami bisa mengamati kecenderungan minat anak terhadap suatu bidang.
    • Bidang-bidang studi yang diajarkan di sekolah formal kami perkenalkan sebagai pengetahuan yang terkait dengan minat atau aktivitas yang anak minati, tanpa paksaan, dan tidak berfokus pada target ujian, tapi lebih fokus pada proses belajar.
    • Kami menerapkan metode belajar dan materi ajar yang disukai anak.
    • Kami memberikan kesempatan pada anak untuk membuat keputusan dan pilihan kegiatan yang ingin mereka lakukan atau minati, agar bisa menjadi petunjuk bagi kami orang tua untuk menganalisa potensi kekuatan anak.
    • Kami menciptakan kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai dalam keluarga.
    • Kami memanfaatkan kesempatan dan tempat dimana kami berada sebagai materi dan media pembelajaran bersama, dalam rangka membangun karakter, menanamkan etika dan nilai moral, memperkenalkan keterampilan hidup dan kehidupan nyata pada anak-anak.
    • Kelak kami akan mempersiapkan anak-anak untuk bisa dan terbiasa dengan materi dan ujian formal, sebagai syarat mendapatkan ijazah atau sertifikat, namun fokus kami tetap pada keunikan minat dan potensi bakat anak.

    6. Bagaimana sosialisasi anak homeschooling?
    Sosialisasi seringkali dimaknai sebagai hubungan pertemanan dengan anak-anak sebaya, sehingga masyarakat pada umumnya menganggap bahwa anak-anak homeschooler itu kuper, karena tidak secara intens bertemu dengan teman sebaya layaknya anak-anak di sekolah formal. Kami memaknai sosialisasi sebagai hubungan lintas usia, karena model sosialisasi vertikal adalah model yang sesungguhnya paling natural dalam kehidupan nyata, sebab masyarakat tidaklah dikelompokkan berdasarkan usia. Keluarga, lingkungan sekitar, organisasi, kantor, dan sebagainya adalah lingkungan nyata yang kelak akan mereka masuki, dan kenyataannya tidak ada pengelompokkan usia. Seringkali kita tidak sadar bahwa pertemanan sebaya yang diartikan secara umum sebagai sosialisasi, justru mempersempit ruang belajar anak. Karena sebenarnya dengan terbiasa pada model sosialisasi vertikal, mereka tidak membutuhkan adaptasi khusus ketika bersosialisasi terjun ke masyarakat.

    Dalam konteks sosialisasi, kami lebih menekankan pada etika moral dan tata krama sosialisasi sehingga sejauh ini anak-anak kami tidak pernah kesulitan bersosialisasi dengan teman sebaya, orang yang lebih tua dan yang lebih muda. Nilai moral dan tata krama bertujuan untuk membangun attitude mereka dalam bersosialisasi, sehingga kelak mereka mampu bersikap dan menjaga kesantunan dalam berhubungan dengan orang lain.
    Anak-anak kami sejauh ini memahami dan menjaga kesantunan dalam berelasi dengan orang lain. Mereka berani berkomunikasi dengan orang yang lebih tua untuk tujuan yang positif sesuai kebutuhan mereka. Mereka masih menjaga tutur kata dan bahasa, seperti yang kami tularkan dari keluarga kepada mereka.

    Terhadap anak-anak sebaya, merekapun tidak canggung dan kesulitan untuk berelasi, karena kami berupaya membangun kepercayaan diri mereka dengan memberikan apresiasi positif terhadap mereka. Mereka bisa memilih terhadap siapa mereka perlu berelasi secara positif. Kami membuka jalur pertemanan dengan level seusia melalui komunitas, tempat kursus, lingkungan sekitar rumah, lingkungan kegiatan spiritual orang tua dan sebagainya, yang kegiatannya melibatkan anak-anak . Ternyata tidak terbukti bahwa anak homeschooler itu kuper, dan sejak dini mereka terbiasa dengan sosialisasi lintas usia, yang nyata dalam kehidupan mereka kelak.

    7. Bagaimana melaksanakan homeschooling untuk ortu yang bekerja?
    Menjalani homeschooling untuk orang tua yang bekerja tentu bukanlah hal yang mudah, atau menjadi keputusan yang tergesa-gesa. Terutama jika berpegang pada idealisme home education, yang berarti pendidikan dan pengasuhan menjadi tanggung jawab penuh orang tua, dan bukan melakukan outsourcing pengajaran dengan memindahkan kurikulum sekolah formal ke rumah. Kami melakukan proses home education selama 24 jam atau sehari penuh bersama anak-anak dalam keluarga. Kami tidak melakukan aktivitas pengajaran secara formal seperti yang dibayangkan oleh orang-orang pada umumnya. Kami melakukan aktivitas seperti yang sudah kami jelaskan sebagai jawaban atas pertanyaan sebelumnya. Sejauh ini kami berperan penuh dalam pengasuhan dan pendidikan anak-anak kami, sehingga salah satu dari kedua orang tua bertanggung jawab penuh di rumah. Untuk orang tua yang kedua-duanya bekerja, tentulah perlu mempertimbangkan kondisi tersebut.

    8. Usia berapa bisa memulai homeschooling?
    Sedini mungkin adalah jawaban yang tepat untuk idealisme homeschooling kami, karena pendidikan yang tidak terpisah dari pengasuhan kedua orang tua dan tidak diartikan sebagai pengajaran semata. Rumah dan keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak kami untuk belajar keterampilan hidup, etika dan nilai moral. Sejak dini kami berusaha untuk memberikan ruang bagi mereka bereksplorasi, berkreasi, dan mengembangkan kreativitas mereka pada hal-hal yang mereka minati.

    Sumber
    Category

    5 comments:

    1. Berapakah rincian biaya home schooling ayah edy untuk anak saya danis, laki2, usia 3,5 tahun? Lokasi saya di denpasar

      ReplyDelete
    2. Berapakah rincian biaya home schooling ayah edy untuk anak saya danis, laki2, usia 3,5 tahun? Lokasi saya di denpasar

      ReplyDelete
      Replies
      1. jika menilik penjelasan bung Edy, biaya menjadi sangat fleksible bergantung kepada kebutuhan dan kemampuan... dan HS berbasis komunitas mestinya dengan landasan untuk saling membantu saling memberi informasi dan bukan menjadi sebuah "lahan bisnis" yg kalo saya tengok beberapa lembaga bimbel yang membuka kelas HS... biayanya sungguh sangat mengezutkan

        Delete
    3. Saya berminat mensekolahkan anak saya di HS , tapi tolong masukan HS yang bermutu dengan harga terjangkau menurut ayah edi apa ya? Tx

      ReplyDelete
    4. Saya berminat mensekolahkan anak saya di HS , tapi tolong masukan HS yang bermutu dengan harga terjangkau menurut ayah edi apa ya? Tx

      ReplyDelete

    Popular Post

    Comments

    VIdeo

    Formulir Kontak

    ♖Your Name :
    ✎Your Email *required
    ✉Your Message *required