• SEMINAR AYAH EDY

    Selain menjadi pembicara di salah satu Talk Show tentang pendidikan anak, Ayah Edy juga sering menggelar seminar pendidikan anak.
  • TALK SHOW AYAH EDY

    Ayah Edy sebagai pembicara di Talk Show yang berjudul Motiva Talk
  • AYAH EDY di SMART FM

    Ayah Edy juga pernah mengisi acara Talk Show di radio SMART FM

CD Inspirasi Parenting Ayah Edy


Download 63 kisah inspirasi parenting Ayah Edy berikut ini :

Format Mp3 full (63 file) download disini


Satu Jari Menunjuk
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Tidak Ada Anak Bermasalah
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Jangan Salahkan Kuncinya
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Makanan Super utk Jiwa Anak
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Siapa yg Sebenarnya Bodoh
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Seindah Awan Putih dan Secatik Awan Hitam
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Mendidik Anak Supaya Tough
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Pentingnya Briefing Kepada Anak
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Pentingnya Rasa Keadilan bagi Anak
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Fenomena Berbahaya bagi Anak
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Larry King
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Menyinari Bagai Mentari
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Sekolah di mata Edward De Bono
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Indonesia Raya
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Juara kelas bukanlah penentu kesuksesan Hidup
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Resep Mujarap dari ayah Edy
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Anak Malas sebenarnya tidak ada
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Angka 16 Yang Berbahaya
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Rumus belajar ala Einsten
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Melahirkan Plato dan menelurkan aristoteles
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Apasih sebenarnya arti jenius
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

I love my Job
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Ayah sukses dan ayah gagal
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Guru yang tercerahkan
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Gagal itu tidak masalah
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Mana yang lebih baik mengajarkan kerja sama atau persaingan
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Penyakit maag anak
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Bertanya Tentang Sex
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Ciri Anak Otak Kanan
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Dr Mel Levin
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Generasi Elang
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

I Love You Mommy
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Kakak Adik Bertengkar
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Kekuatan Kalimat Positif
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Kisah Duka Seorang Sahabat
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Kisah Einstein
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Kisah Ulat Bulu Dan Kupu-Kupu
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Lukisan Keluarga
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Membaca Diusia Dini
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Sebuah Pelajaran Berharga Untuk Sang Guru
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Pemain Cilik Terbaik
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Pesan Seorang Komedian
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Pesta Ulang Tahun
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Peter Daniel
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Renungan Untuk Para Ayah
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Siapkah Kita Jadi Orang Tua
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Tanda2 Kebesaran Tuhan
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

The Toxic Words
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Thomas Edison
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

TOKO PENJUAL ANAK
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

PORNOGRAFI
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

PULANG DENGAN SELAMAT
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

PESAN ARUN GANDHI
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

PENDIDIKAN DIMATA SENIMAN
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

PERKUTUT DALAM SANGKAR EMAS
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

SURAT DARI IBU MIA
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

SURAT DARI SEORANG IBU
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

KISAH PENJUAL RUJAK
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

ANDAI SEMUA GURU SPT INI
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

MEMILIH SEKOLAH YG TEPAT BAGI ANAK
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

SURAT UNTUK BAPAK
Google Drive | Dropbox SkyDrive | Indowebster (Compressed)

Kumpulan Video Talk Show Ayah Edy


Kumpulan video Talk Show Ayah Edy membahas tentang seputar pendidikan anak


CD Kumpulan Talk Show Ayah Edy


Download 33 Rekaman Talk Show Ayah Edy - Indonesian Strong from Home di radio Smart FM berikut ini :


Anak Kita Cerminan dari Kita



Tolong dong ayah, kayaknya aku merasa kesulitan sekali untuk mengatasi prilaku buruk anakku nih..., Tolong di jawab ya....

Begitu kira-kira bunyi komen seorang ibu yang juga sekaligus ingin curcol, ingin mengeluh sekaligus ingin menemukan solusi.

Sahabat ku para orang tua sejawat,

Banyak orang tua berkata bahwa "Ayah tolong dong, saya merasa kesulitan sekali mengatasi perilaku-perilaku buruk anak saya".

Menurut pengalaman saya 10 tahun jadi orang tua dari 2 orang anak yang luar biasa dengan beda usia hanya 1,5 tahun.

Ternyata yang sesungguhnya saya alami adalah saya bukan kesulitan dalam mengatasi perilaku buruk anak saya tapi justru "saya merasa kesulitan sekali dalam MENGATASI PERILAKU BURUK SAYA SENDIRI,

"Ya perilaku buruk saya, orang tuanya yang pada akhirnya di contoh oleh anak saya".

Jadi akhirnya yang saya lakukan adalah menjalani self therapy atau menterapi diri sendiri supaya saya bisa mengubah prilaku-perilaku buruk saya yang di contoh oleh anak saya.

Dan betul saja ternyata itu tidak mudah...!
Perlu waktu, niat besar, usaha keras, ketekunan dan kesabaran yang tiada batasnya, untuk bisa berubah setahap demi setahap.

Semisal untuk tidak lagi menjadi orang tua yang cepat marah, untuk tidak lagi menjadi orang tua yang berbicara dengan nada tinggi, untuk tidak lagi berbohong pada anak, untuk bisa lebih sering tersenyum ketimbang membentak, untuk menjadi orang tua yang sering memuji ketimbang mencela, untuk menjadi lebih mau menerima mereka apa adanya ketimbang menuntut, untuk menjadi orang tua yang lebih mau mendengar dari pada selalu menasehati

Untuk mau dengan sabar menjawab pertanyaan anakku yang tak henti-hentinya sepanjang hari tentang apa saja yang menurut kita (orang dewasa) "tidak penting" untuk di jawab.

Ya Pertanyaan anakku yang datang bertubi-tubi tanpa henti bahkan terkadang hingga aku sudah terkantuk-kantuk mau tidur ia masih saja terus bertanya.

Tapi tentu saja hasilnya sepadan dengan jerih payah yang sudah kita lakukan.

Yes !!!! Anak kita mulai berubah menjadi baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari. Sehingga hidup ini semakin terasa indah dan bahagia bersama anak kita dan anak kita juga merasa bahagia hidup bersama kita.

Jadi sesungguhnya menurut pengalaman saya, PARENTING BUKANLAH HANYA ILMU UNTUK MENDIDIK ANAK, MELAINKAN LEBIH KEPADA ILMU BAGAIMANA KITA MAMPU MENGUBAH SEMUA PERILAKU BURUK MENJADI LEBIH BAIK LAGI.

PARENTING SESUNGGUHNYA LEBIH KEPADA ILMU UNTUK MENDIDIK KITA SENDIRI SEBAGAI ORANG TUA, YANG PERILAKUNYA SETIAP SAAT AKAN DI CONTOH OLEH ANAK.

Benar sekali ! karena ternyata sesungguhnya perilaku anak kita hanyalah cerminan dari perilaku orang tuanya sehari-hari.

Persis seperti sebuah pepatah lama yang mengatakan "like father like son", "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya".

Tidak mungkin kita bisa membuat anak kita berperilaku baik jika kita sendiri tidak berusaha memberikan contoh yang baik kepadanya.

Namun ternyata belajar Parenting itu tidak pernah ada kata akhir, semakin kita belajar semakin sering kita menemukan perilaku2 yang kurang baik yang perlu "segera" kita ubah.

Dan mengapa perlu SEGERA ? karena jika tidak segera kita ubah, maka anak kita pun akan segera menirunya.

Karena memang anak-anak kita adalah para peniru yang ulung dari perilaku orang tuanya, gurunya, dan lingkungan pergaulannya juga tontonan acara dari televisi yang dilihatnya setiap hari.

Dan atas permintaan banyak pihak akhirnya pengalaman kami ini dituliskan dalam sebuah buku yang kami beri judul 37 Kebiasaan Orang Tua yang melahirkan perilaku buruk anak.

Jadi mari kita sama-sama GARIS BAWAHI kalimat ini,

"kita tidak akan pernah bisa memperbaiki perilaku buruk anak kita jika kita sendiri tidak mau memperbaiki perilaku buruk kita sendiri" (yang mungkin kita lakukan diluar kesadaran kita)

Sumber

Stop Bullying Mulai dari Sekarang


Sahabatku, mari terus berusaha untuk mem-perbaiki diri untuk tidak melakukan "Bullying" pelecehan / kekerasan kpd anak anak kita sekecil apapun.
Karena jika kita tidak mau memperbaiki diri kita, maka perilaku ini akan di contoh oleh anak-anak kita dan akan terus di wariskan dari generasi ke generasi.

Apa buktinya ?

Lihatlah proses pencalonan Presiden kali ini; sangat syarat akan bully mem bully antara satu kelompok pendukung dengan pendukung lainnya.

Rupanya Tradisi membully ini telah melekat dalam di pikiran kita tanpa sadar dan secara spontan di pertontonkan melalui media termasuk media sosial ini.

Sehingga tampak jelas bahwa Tradisi Membuly lebih mendominasi dari pada tradisi UNJUK PRESTASI KERJA dari kedua kelompok pendukung Capres ini.

Dan ternyat tradisi saling membuly ini bukannya di hapuskan oleh sekolah-sekolah yang mengaku LEMBAGA PENDIDIKAN, tapi malah di lestarikan melalui proses perpeloncoan mulai dari Mahasiswa (zaman kita dulu) dan sekarang sudah merambah hingga para calon pelajar SMP oleh para seniornya.

Padahal bagi kita umat beragama, agama apapun sudah sangat jelas bahwa Bully sekecil apapun itu dilarang,

Dan bahkan jika kita merujuk pada ajaran Islam, jangankan membully, berkata-kata keras saja tidak di izinkan oleh Rasulnya, mengejek atau mengolok-olok untuk tujuan bercanda saja dilarang.

Sahabatku,
Kita tidak akan pernah bisa mengubah kondisi ini kalau hanya mengaharapkan orang lain lah yang harus berubah lebih dulu.

Ayo mari kita mulai perubahan
Mulai dari kita dan keluarga kita terlebih dahulu
Mulai dari hal-hal kecil yang kita bisa ubah
Mulai sekarang juga

Kalau bukan kita mau berharap pada siapa lagi ?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi ?

Kami sudah tuliskan panduannya untuk pengingat bagi saya secara pribadi dan untuk referensi bagi setiap orang tua yang ingin berubah.

Sumber

Apa Semua Orang Nggak Mikir ?


Suatu malam seorang budayawan JAWA yang terkenal arif dan bijaksana diajak berdialog oleh anaknya yang sedang stres karena hendak menghadapi ujian ahir semester (UAS).
"Pak, aku mau tanya," kata si Anak."Bapak tahu nggak, siapa sih orang yang paling soleh dan mulia di dunia ?"
"Wah, InsaAllah bapak tahu, Nak. Memang kenapa kamu bertanya soal itu ?"
Si anak tak menjawab, malah bertanya lagi, "Apa dulu orang itu juara kelas di sekolahnya, Pak..?"
"Hmmm, sepertinya tidak. Zaman itu bahkan belum ada sekolah, apalagi sistem peringkat. Tapi beliau memang berakhlak luar biasa, jujur dan bisa dipercaya. Karena itulah beliau diberi gelara Al-Amin (Yang Terpercaya) dan menjadi orang yang paling mulia sepanjang zaman. Memangnya kenapa ?"
"Ah, nggak apa-apa. Aku cuma ingin tahu saja," kilah si anak lalu kepalanya menunduk, membolak balik buku pelajaran sambil membuat coretan disana sini.
Tapi tak lama kemudian ia kembali bertanya, "Bapak tahu nggak siapa sih orang yang paling kaya di dunia ?"
Dengan bangganya Bapaknya menjawab, "Oh iya, tentu bapakmu tahu. Bapakmu kan sangat mengikuti perkembangan jaman dan informasi."
Apa dulu orang itu juga juara kelas Pak ?"
Sambil mengerinyitkan dahi, si bapak menjawab, "Sepertinya sih ndak juga yaa. Memang ada apa sih ?"
"Nggak kok Pak cuma ingin tahu saja," jawab anaknya kalem sambil membolak balikan buku pelajaran.
Tapi pertanyaan si anak rupanya masih panjang. Berturut turut kembali ia bertanya, "Apakah Bapak tahu siapa orang yang paling cepat di arena balap mobil formula dunia ?" Apa orang ini dulu mendapat peringkat di sekolah ?"
"Apa Bapak tahu siapa bintang sepak bola terbaik Eropa tahun ini Pak ? Apakah dia dulu juara kelas ?
"Apakah Bapak tahu siapa orang-orang yang dulu juara kelas kemudian kini menjadi orang hebat atau Selebritas di bidang nya seperti Rudi Hartono, Rudi Hadisuwarno, David Beckham, Michael Schumacher, Michael J. Fox, Michael Jackson, Michael Dell, Tiger Woods, Colonel Sanders, Ray. Kroc, Conrad Hilton, Henry Ford, Thomas Edison, Soichiro Honda, Oprah Winfrey, Robert Kyosaki, Anthony Robbins, Ronald Reagan dan orang orang terkenal lainnya ?"
Sang bapak terkaget kaget di berondong pertanyaan anaknya, "Wah..,Wah.., wah kok buanyak banget ?"
Setelah diam sejenak untuk berpikir, sang budayawan menjawab, "Menurut Biografi mereka yang pernah Bapak baca, tokoh tokoh yang kamu sebutkan itu dulunya anak biasa-biasa saja. Sepertinya tidak ada yang selalu menjadi juara kelas. Sebenarnya ada apa sih?, Kenapa kamu bertanya-tanya seperti ini ?"
"Ah nggak ,aku heran saja Pak. Kenapa sih semua orang tua memaksa anaknya untuk selalu jadi juara di sekolah ? Lah wong Bapak sendiri tahu kalau orang orang hebat dulunya itu tidak mendapat peringkat di sekolahnya. Jadi apa hubungannya antara peringkat dan sukses di kehidupan, ya Pak ?" Sepertinya aneh apa semua orang itu nggak mikir, gitu lho ?"
Si anak kembali menggaruk garuk kepala dengan wajah stres karena harus menghapalkan sekian ratus halaman dan berlatih soal-soal untuk UAS besok.
Sang budayawan ini tertegun mendengar ucapan anaknya. Baru kali ini ada orang yang berhasil membuatnya kehabisan kata-kata. Matanya baru terbuka akan apa yang selama ini tak disadari olehnya dan sebagian besar orang tua di Indonesia tentang dunia pendidikan yang memang tidak masuk akal ini.
Dikutip dari buku "MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA" karya Ayah Edy.

Sumber

Anak adalah Investasi Masa Depan


Ada sebuah kisah menarik yang di share oleh seorang sahabat dari Semarang.

Ketika kami memposting pertanyaan pada anak;

Mainan apakah yang paling kamu sukai ? dan anaknya menjawab BERMAIN BERSAMA AYAH.

Tiba-tiba ada seorang sahabat yang share cerita sbb:

"Ayah aku sadi teringat pernah dulu ada keponakan yg ikut karate.., saat ditanya kenapa kok ikut karate? Apa memang suka bela diri gitu?

... jawabannya singkat dan padat... "biar besok bisa bunuh papa".

Sahabatku,

Sesungguhnya mengasuh anak bukanlah sebuah beban yang membuat kita mengeluh atau menjadi cepat emosi dan marah,

Mendidik dan mengasuh anak merupakan sebuah investasi masa depan. Jika kita menanamkan kebaikan demi kebaikan pada anak kita maka kitapun kelak akan menuai kebaikan dan sebaliknya.

Jadi segera pikirkanlah, renungkanlah, sadarilah, cara mendidik manakah yang sedang kita terapkan saat ini ?

Karena kelak kita jualah yang akan menuai hasilnya baik secara pribadi mapun secara kolektif.

Sumber

Ketakutan Para Orang Tua

Keluarga Ayah Edy - Ayah Edy dan Kedua Anaknya

Banyak sekali saya bertemu dengan orang tua yang hidupnya penuh khawatir dan ketakutan terutama akan masa depan anaknya.

Hingga segala cara ditempuhnya, mulai dari menyekolahkan di sekolah UNGGULAN, mengikutkan di berbagai kursus, bimbingan belajar. Memaksa anak untuk mengerjakan setumpuk PR setiap hari dan sebagainya.

Al hasil..., anak-anak kita malah menjadi anak yang stress gampang marah dan pembangkang !!! dan sering kali berujung pada penyimpangan prilaku anak dan remaja. Dan setelah itu kerja orang tua disibukkan untuk mencari berbagai macam TERAPIS untuk "menyembuhkan" anaknya.

Inilah yang sering kami hadapi, membantu orang tua yang anak2nya stress karena KETAKUTAN ORANG TUANYA AKAN MASA DEPAN ANAKNYA.

Memang benar kita tidak bisa melihat masa depan anak kita...., tapi kita bisa melihat MASA KINI anak-anak kita. Ini yang sering kali tidak kita sadari dan luput dari perhatian kita.

Apakah masa kini mereka bahagia hidup bersama kita atau tidak, jika mereka bahagia selalu bersama maka sesungguhnya kita tidak perlu lagi kita mengkhawatirkan masa depannya. Orang yang masa-masa kecilnya hidup bahagia (berbeda dengan penuh dengan kemewahan) maka kelak akan menjadi orang yang bahagia pula.

Karena anak-anak yang masa kecilnya hidup bahagia maka kelak iapun akan terus merasa bahagia di masa depannya.

Mengapa demikian ???

Karena masa depan adalah kumpulan dan akumulasi dari masa kini, nasib seseorang kelak merupakan akumulasi pikiran dan perasaan di saat ini.

Anda boleh percaya atau tidak percaya, tapi apa yang saya sampaikan ini adalah berdasarkan kumpulanpengalaman hidup saya dan orang2 yang hidupnya sukses dan bahagia di hampir seluruh dunia, sekali lagi tidak hanya sukses tapi juga BAHAGIA. Jadi saya sendiri memilih untuk percaya. bahwa anak yang hidup bahagia kelak akan hidup bahagia dimasa dewasa.

Itulah mengapa pertanyaan saya setiap hari pada anak adalah "Apakah kamu bahagia nak, jadi anak ayah ?"

Bukan pertanyaan yang umum seperti nilai, PR dan sejenisnya, yg sering membuat anak langsung berubah menjadi diam dan stress untuk menjawabnya..

Sumber

Mata Pelajaran Penting


Seorang pemuda yang sedang di rundung masalah pergi jauh-jauh mencari orang bijak, singkat cerita akhirnya ia tiba di sebuah negeri yang penuh kedamaian dan keharmonisan.

Si pemuda ini terkagum-kagum bagaimana mungkin orang2 disini begitu baik, ramah, santun, murah senyum, dan tampak saling menghormati dan bersahabat, hampir tak pernah ia menemukan sebuah negeri seperti ini.

Setelah bertanya kesana-sini akhirnya ia di tunjukkan pada seorang Tokoh yang dianggap paling bijak yang telah membuat negeri ini bisa seperti ini.

Saking senangnya si anak muda tak sabar ingin segera bicara memuntahkan semua uneg-uneg yang ada di pikirannya.

Anak Muda: Wahai orang bijak, aku ingin sekali berkonsultasi padamu.

Orang Bijak : Ada apa rupanya anak muda.

AM : Begini pak, saya ini lagi stress, marah, galau dan sebel kenapa sepanjang hidup saya selalu penuh dengan masalah, yang satu selesai datang lagi yang baru dan begitu seterusnya.

OB: Lantas apa reaksimu terhadap masalah tersebut?

AM: Ya... biasanya pertama kesel, trus terpancing emosi, trus menunjuk si pembuat masalah, trus Marah, trus bertengkar, trus saling menjelek-jelekkan, trus akhirnya bermusuhan, trus stess dan sebel aja.

OB: Kamu ingin semua masalah kamu bisa berhenti dan tak datang lagi ?
AM; Mau...mau sekali ! Memang bisa ya ??
OB: Tentu saja bisa, semuanya tergantung kamauan kamu.
AM : Lalu caranya gimana, tolong dong ajari aku segera caranya.

OB : Begini anak muda; sebenarnya masalah itu datang pada setiap orang tanpa terkecuali; dan bahkan mungkin hampir setiap hari. Karena ada maksud baik Tuhan di setiap datangnya masalah.

Sesungguhnya Tuhan mengirim masalah itu untuk sebuah tujuan yang sangat bagus agar kita bisa belajar dan bertumbuh menjadi lebih baik.

Inilah maksud baik Tuhan pada kita dengan datangnya masalah:

1. Seseorang itu di beri masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi kesal, melainkan untuk mengambil hikmah agar masalah yang sama tidak terualang kembali.

2. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi EMOSI melainkan untuk menjadi lebih sabar.

3. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi untuk evaluasi diri jangan-jangan justru prilaku kita yang bermasalah.

4. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi Marah melainkan untuk mencari dan menelusuri apa penyebab akar masalahnya agar masalah yang sama tidak terulang kembali.

5. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk bertengkar melainkan agar ia belajar mencari solusi terbaik bagi semuanya.

6. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk saling menjelek-jelekkan malainkan agar kita belajar dari kesalahan-kesalahan kita dimasa lalu.

7. .Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk saling bermusuhan, namun untuk lebih lebih memahami perbedaan cara berpikir masing-masing, agar bisa berdamai dan merasakan kedamaian di tengah berbagai perbedaan.

8. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi lebih stress malainkan untuk menjadi lebih tabah, tegar dan bersyukur bahwa kita masih di percaya oleh Tuhan untuk bisa mengatasinya.

OB : Jika kamu menyadari ini semua satu demi satu, dan menjadikan itu sebagai reaksimu saat masalah itu datang, maka dengan sendirinya masalah itupun akan pergi dan tak pernah kau rasakan lagi kedatangannya.

Ingatlah selalu Nak, Tuhan berharap dengan diberikannya masalah kita bisa bertumbuh menjulang tinggi, berakar kokoh dan berbatang yang kuat. Tuhan hanya ingin kita semua Menjadi manusia yang lebih baik, lebih sabar dan lebih bijak dan bukan malah sebaliknya.

AM ; Baiklah pak saya akan mencatat dan merenungi semua pesan-pesan Bapak.

OB : Anak muda mencatat dan merenungi saja tidaklah cukup, kamu harus berlatih dan terus berlatih terus menerus memberikan reaksi seperti ini setiap kali masalah itu datang. Dan ingatlah selalu 8 hal tersebut dan latihlah terus reaksimu hingga menjadi sebuah kebaiasaan.

**
Karena si pemuda ini sungguh-sungguh ingin berubah menjadi orang yang lebih baik, maka iapun memutuskan untuk tinggal di negeri itu sampai ia bisa berubah.

Akhirnya si anakmuda ini menyadari mengapa negeri ini begitu tentram dan damai, ternyata bukan karena TIDAK ADA MASALAH, melainkan karena setiap orang yang hidup disana sudah terlatih reaksinya setiap kali mengahadapi masalah yang datang.

Ah sayang sekali.... pikir anak muda ini dalam batin, mengapa pelajaran hidup yang sangat penting ini tidak menjadi kurikulum disekolah ya..... padahal dulu ia sudah bersekolah lebih dari 17 tahun lamanya. Mungkin itulah mengapa masyarakat di negeriku mirip-mirip seperti diriku dalam menghadapi masalah hidupnya.

Terlintas di benak si pemuda, suatu saat kelak jika ia bisa mendirikan sekolah, maka ia akan menjadikan ini mata pelajaran PALING PENTING DAN UTAMA untuk diajarkan dan dilatihkan ke setiap murid, guru juga orang tuanya sekalian sampai setiap orang memiliki reaksi yang benar dalam mengahapi masalah demi masalah yang senantiasa akan datang di sepanjang hidupnya.

Lalu bersujudlah si anak muda tadi, mengucap syukur yang tiada terhingga pada Tuhan Yang Maha Agung atas pelajaran berharga yang baru didapatnya dan bermohon agar kelak sekolahnya benar-benar bisa terwujud.

Mari kita renungkan bersama,
-Ayah Edy-

Sumber

Bekal Memilih Pemimpin 2014


BUKAN SIAPA SAYA, ATAU SIAPA DIA, TAPI APA YANG TELAH IA PERBUAT UNTUK NEGARA DAN BANGSANYA

di share kembali untuk menjadi alarm pengingat di otak kita dalam rangka menuju pemilu 2014.

BEKAL KITA UNTUK MEMILIH CALON PEMIMPIN DI 2014 MENDATANG.

SEBUAH KISAH NYATA DI NEGERI 1001 PEMIMPIN

Suatu hari sy melihat di NATIONAL GEOGRAPHIC CHANNEL yang menayangkan kisah 1 tahun TRAGEDI FUKUSHIMA.

Fukushima adalah Reaktor Nuklir yg dibangun pada tahun 1960 oleh pemerintah Jepang, dan di gunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Ada lima reaktor yg dimiliki Fukushima, selama ini reaktor tersebut berjalan baik2 saja dan menjadi Penopang Utama kebutuhan listrik untuk kota Tokyo.

Malang tak dapat di tolak, ternyata Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami dahsyat yg terjadi 1 tahun yg lalu telah memporak-porandakan reaktor nuklir yang ada di Fukushima tersebut.

Sejak saat itu Jepang mengalami krisis bencana NUKLIR NASIONAL yg tak kalah hebat dengan peristiwa Chernobyl di Rusia.

Dari ke 5 reaktor yg ada, satu persatu Reaktor Nuklir itu mulai mengalami kebocoran dan mengeluarkan Radiasi menyebar dari reaktor ke wilayah yg ada di Fukushima.

Berbondong2 penduduk Fukushima mengungsi ketempat sejauh-jauhnya dari kota Fuksuhsima agar tidak terkena Radiasi Nuklir yang sangat mematikan itu.

Saking hebatnya kerja aparat pemerintah Jepang, konon katanya hampir tidak ada satupun penduduk yg di kabarkan sempat terkena radiasi.

Tapi apa yang di lakukan oleh Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, Sebagai seorang pemimpin sejati ia malah meminta pada aparatnya untuk mengantarnya dengan helikopter langsung menuju lokasi bocornya reaktor Fukhusima, ia TIDAK PUAS hanya mendengar laporan dari bawahannya bahkan ia tidak puas hanya melihat melalui camera video yg di pasang pada ROBOT bergerak yg di operasikan untuk memantau reaktor yg ada di Fukushima dari lokasi yang aman.

Ia memutuskan untuk datang sendiri, menyaksikan sendiri, terjun langsung ke lokasi tempat reaktor tsb mengalami kebocoran dan berani mati untuk mendekati Reaktor yg sedang mengalami kebocoran hebat. yg setiap saat bisa saja meledak dan membunuh jiwanya.

OMG...!!! Sungguh Manakjubkan !!!!

Digambarkan di sana melalui televisi bagaimana sang PM masuk dan melihat langsung di dampingi oleh para ahli yg sudah berhari2 berada disana memantau keadaan.

Peristiwa ini sungguh mengundang decak kagum dari seluruh dunia, sampai2 banyak reporter asing yg geleng2 kepala tak habis pikir dengan apa yg dilakukan oleh sang perdana menteri, karena menurut mereka biasanya di salah satu negara semisal Amerika saja, jika ada kejadian seperti ini pasti presidennya akan segera di selamatkan terlebih dahulu ke tempat yg paling aman.

Kantor berita CNN juga melansir berita bahwa sang perdana menteri merasa bersalah dan meminta maaf pada penduduk Fukushima atas terjadinya tragedi ini, dan ia mengatakan bahwa mulai bulan ini ia tidak mau menerima lagi gaji bulanannya ( US $ 20 ribu = Rp 200 juta) sampai krisis ini berhasil di tuntaskannya.

Padahal mungkin pemimpin negara lain bisa saja berkelit bahwa tragedi ini bukanlah KESALAHANNYA juga PEMERINTAHANNYA melainkan PERISTIWA ALAM yg tak bisa di kendalikan, terlebih lagi Reaktor itu dibangun tahun 1960 oleh Perdana Menteri yg memerintah pada periode itu dan bukan dirinya dan pemerintahannya.

Tapi Naoto kan san, selaku perdana menteri saat itu tidak melakukannya. Ia bukanlah tipe pemimpin yg seperti itu, Ia sama sekali tidak mau menggunakan "ILMU BERKELIT" UNTUK MEMPERTAHANKAN JABATAN yg biasa digunakan para memimpin negara lain.

Wow !! kembali hal ini membuat reporter CNN dan masyarakat dunia berdecak kagum.

Sampailah 1 tahun masa penanganan Krisis Nuklir Fukushima.....

Berkat hasil kerja keras Sang Perdana Mentri Jepang Naoto Kan dan jajaran tim nya, akhirnya Fukushima dapat di jinakkan dan hampir semua penduduk Fukushima selamat dari bencana Radiasi Nuklir yg mematikan.

Dan coba tebak apa yg terjadi dan apa yg dilakukan oleh sang Perdana Menteri setelahnya.....?

Apakah Naoto Kan , segera menceritakan betapa hebat dirinya dalam menangani masalah BENCANA NUKLIR DI FUKUSHIMA INI PADA MASYARAKAT JEPANG...? atau Betapa Berjasa dirinya bagi negara dan bangsanya agar ia di elu-elukan oleh masyarakat atau agar citranya melambung dan di anggap sebagai pahlawan...?

Sama sekali tidak !!!!

Setelah perjuangannya yang mempertaruhkan nyawa tersebut, Perdana Mentri Nouto kan ternyata hanya mengumumkan laporan status terakhir dari Fukushima, dan setelah itu dia mengumumkan PENGUNDURAN DIRINYA SEBAGAI PERDANA MENTERI karena Fukushima telah selesai dia atasi. Dan berangsur2 mulai dinyatakan aman.

Keluarga Indonesia.....
Sungguh... sebagai orang Indonesia sy benar-bernar terharu dan tercenung di depan TV menyaksikan tayangan yg di sajikan oleh National Geographic Channel ini..... Speechless...

Tak sadar seluruh tubuh saya merinding menyaksikan tayangan tersebut, tanpa terasa air mata pun meleleh di pipi saya menyaksikan mundurnya Sang Pemimpin Sejati....di negeri 1001 pemimpin !!!

Negeri yg para pemimpinya siap untuk MUNDUR kapan saja jika merasa dirinya bersalah pada rakyat dan negerinya.... tanpa perlu diminta atau bahkan di demo.

Negeri yg para pemimpinnya benar2 berjuang untuk bangsa dan negaranya diatas kepentingan pribadi, golongan atau partainya.

Mari kita pilih pemimpin sejati untuk Indonesia yg lebih baik !!!!
Pilihan kita menentukan Masa Depan Bangsa !!!

Sumber

Seputar Home Schooling


Mohon ma’af bila kami baru merangkumkan jawaban dan cerita seputar HS kami, sebagai respon atas pertanyaan yang sering diajukan melalui FB, email, telepon, maupun SMS.
Pertanyaan yang masuk kurang lebih menanyakan hal-hal yang sama, yang tentu saja membutuhkan jawaban yang sama panjangnya, sehingga kami tidak mungkin untuk menjawab satu persatu. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rangkuman jawaban kami untuk pertanyaan yang masuk. Silakan disimak...
1. Legalitas Homeschooling
Legalitas homeschooling adalah hal pertama yang selalu menjadi pertanyaan para orang tua. Homeschooling/home education/sekolah rumah masuk dalam substansi pendidikan informal.
Ketentuan mengenai pendidikan informal diatur dalam UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 27 :
(1) Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
(2) Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.
Anak-anak HS/HE dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kemendiknas, yang terdiri atas 3 jenjang, yaitu : Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Dengan ijazah paket C anak HS/HE dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Bagi peserta HS/HE bahkan bisa menempuh ujian untuk sertifikasi bertaraf internasional dengan mengikuti ujian CIE (Cambridge International Examination) melalui perwakilan CIE di Indonesia. Sertifikasi bertaraf internasional, diperoleh melalui ujian setingkat SD, SMP, dan SMA.
Dengan demikian maka anak-anak homeschooler punya kesempatan yang luas untuk mengikuti ujian bertaraf internasional, sehingga pilihan untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi tidak perlu dibatasi hanya dengan PT dalam negeri, tapi bisa juga lanjut ke PT di luar negeri. Sejauh ini, demikian informasi tentang legalitas yang bisa kami sharing.

2. Syarat dan bagaimana cara bergabung dengan HSCA
HSCA bukanlah sebuah lembaga pendidikan. HSCA adalah sebuah komunitas dari pelaku homeschooling yang kebetulan memiliki idealisme dan pemahaman yang sama tentang homeschooling. Kami memaknai homeschooling sebagai home education atau pendidikan rumah yang berbasis keluarga. Kami memaknai pendidikan bukan sekedar pengajaran tentang ilmu pengetahuan.

Pendidikan bagi kami merupakan kesatuan antara pola asuh (keteladanan) dalam pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai moral, membangun keterampilan hidup (life skill), dan stimulasi pengetahuan, dengan terus melakukan observasi terhadap perkembangan minat dan bakat anak.

Makna dan idealisme pendidikan itulah yang menjadi tolak ukur bagi kami untuk bergabung dan bersama-sama menjalankan HS dalam komunitas. Syaratnya adalah kesepahaman akan makna pendidikan, komitmen untuk mau saling belajar dan belajar bersama anak-anak kita, dan konsisten di dalam menjalani keputusan melakukan homeschooling.

Bagi kami homeschooling bukanlah sekedar alternatif pendidikan untuk lari dari carut marutnya sistem pendidikan, atau karena anak dianggap bermasalah di sekolah, tapi homeschooling bagi kami adalah sebuah keputusan yang kami ambil secara sadar, bersama antara suami dan istri berkomitmen untuk melakukan pendidikan berbasis keluarga.

3. Dimana bisa melakukan homeschooling, adakah homeschooling di tempat saya?
Kami melakukan homeshooling tentu saja di rumah kami masing-masing. Kami melakukannya di dalam keluarga jika kebetulan anak-anak ada dalam lingkungan rumah. Kami melakukannya di lingkungan sosial dimana saja kami berada, dan kami menjadikan lingkungan sekitar kami sebagai ruang belajar bagi anak-anak kami.

4. Biaya homeschooling
Biaya homeschooling bagi kami tidaklah mengikat, karena kami bebas menentukan media dan alat ajar sebagai stimulus ilmu pengetahuan. Kami bebas mencari atau mengunjungi suatu tempat yang menarik bagi anak-anak kami untuk belajar dan mengenal etika moral, tata krama pergaulan, belajar tentang kehidupan nyata di sekitar mereka, dan media atau tempat yang menarik bagi mereka untuk dieksplorasi.

5. Kurikulum homeschooling
Kurikulum homeschooling kami berakar pada makna pendidikan yang sudah kami sebutkan sebelumnya. Sehingga kami tidaklah serta merta memindahkan kurikulum atau materi ajar dari sekolah ke rumah, karena kami tidak sepakat dengan makna homeschooling yang berarti sekolah di rumah, sehingga kurikulum bagi kami tidaklah mengikat. Kurikulum yang sudah tersedia baik level nasional maupun internasional kami jadikan sebagai acuan dalam memberikan stimulus pengetahuan atau selipan materi dalam aktivitas dan diskusi sehari-hari. Intinya:

• Kami memberikan penghormatan pada keragaman dan keunikan setiap anak. Sehingga homeschooling yang kami jalani disesuaikan dengan kondisi keluarga dan memandang anak sebagai individu yang unik.
• Kami memberikan ruang bermain bagi anak, dan kami menggunakan waktu sebanyak mungkin untuk mengamati mereka saat beraktivitas atau bermain, agar kami bisa mengamati kecenderungan minat anak terhadap suatu bidang.
• Bidang-bidang studi yang diajarkan di sekolah formal kami perkenalkan sebagai pengetahuan yang terkait dengan minat atau aktivitas yang anak minati, tanpa paksaan, dan tidak berfokus pada target ujian, tapi lebih fokus pada proses belajar.
• Kami menerapkan metode belajar dan materi ajar yang disukai anak.
• Kami memberikan kesempatan pada anak untuk membuat keputusan dan pilihan kegiatan yang ingin mereka lakukan atau minati, agar bisa menjadi petunjuk bagi kami orang tua untuk menganalisa potensi kekuatan anak.
• Kami menciptakan kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai dalam keluarga.
• Kami memanfaatkan kesempatan dan tempat dimana kami berada sebagai materi dan media pembelajaran bersama, dalam rangka membangun karakter, menanamkan etika dan nilai moral, memperkenalkan keterampilan hidup dan kehidupan nyata pada anak-anak.
• Kelak kami akan mempersiapkan anak-anak untuk bisa dan terbiasa dengan materi dan ujian formal, sebagai syarat mendapatkan ijazah atau sertifikat, namun fokus kami tetap pada keunikan minat dan potensi bakat anak.

6. Bagaimana sosialisasi anak homeschooling?
Sosialisasi seringkali dimaknai sebagai hubungan pertemanan dengan anak-anak sebaya, sehingga masyarakat pada umumnya menganggap bahwa anak-anak homeschooler itu kuper, karena tidak secara intens bertemu dengan teman sebaya layaknya anak-anak di sekolah formal. Kami memaknai sosialisasi sebagai hubungan lintas usia, karena model sosialisasi vertikal adalah model yang sesungguhnya paling natural dalam kehidupan nyata, sebab masyarakat tidaklah dikelompokkan berdasarkan usia. Keluarga, lingkungan sekitar, organisasi, kantor, dan sebagainya adalah lingkungan nyata yang kelak akan mereka masuki, dan kenyataannya tidak ada pengelompokkan usia. Seringkali kita tidak sadar bahwa pertemanan sebaya yang diartikan secara umum sebagai sosialisasi, justru mempersempit ruang belajar anak. Karena sebenarnya dengan terbiasa pada model sosialisasi vertikal, mereka tidak membutuhkan adaptasi khusus ketika bersosialisasi terjun ke masyarakat.

Dalam konteks sosialisasi, kami lebih menekankan pada etika moral dan tata krama sosialisasi sehingga sejauh ini anak-anak kami tidak pernah kesulitan bersosialisasi dengan teman sebaya, orang yang lebih tua dan yang lebih muda. Nilai moral dan tata krama bertujuan untuk membangun attitude mereka dalam bersosialisasi, sehingga kelak mereka mampu bersikap dan menjaga kesantunan dalam berhubungan dengan orang lain.
Anak-anak kami sejauh ini memahami dan menjaga kesantunan dalam berelasi dengan orang lain. Mereka berani berkomunikasi dengan orang yang lebih tua untuk tujuan yang positif sesuai kebutuhan mereka. Mereka masih menjaga tutur kata dan bahasa, seperti yang kami tularkan dari keluarga kepada mereka.

Terhadap anak-anak sebaya, merekapun tidak canggung dan kesulitan untuk berelasi, karena kami berupaya membangun kepercayaan diri mereka dengan memberikan apresiasi positif terhadap mereka. Mereka bisa memilih terhadap siapa mereka perlu berelasi secara positif. Kami membuka jalur pertemanan dengan level seusia melalui komunitas, tempat kursus, lingkungan sekitar rumah, lingkungan kegiatan spiritual orang tua dan sebagainya, yang kegiatannya melibatkan anak-anak . Ternyata tidak terbukti bahwa anak homeschooler itu kuper, dan sejak dini mereka terbiasa dengan sosialisasi lintas usia, yang nyata dalam kehidupan mereka kelak.

7. Bagaimana melaksanakan homeschooling untuk ortu yang bekerja?
Menjalani homeschooling untuk orang tua yang bekerja tentu bukanlah hal yang mudah, atau menjadi keputusan yang tergesa-gesa. Terutama jika berpegang pada idealisme home education, yang berarti pendidikan dan pengasuhan menjadi tanggung jawab penuh orang tua, dan bukan melakukan outsourcing pengajaran dengan memindahkan kurikulum sekolah formal ke rumah. Kami melakukan proses home education selama 24 jam atau sehari penuh bersama anak-anak dalam keluarga. Kami tidak melakukan aktivitas pengajaran secara formal seperti yang dibayangkan oleh orang-orang pada umumnya. Kami melakukan aktivitas seperti yang sudah kami jelaskan sebagai jawaban atas pertanyaan sebelumnya. Sejauh ini kami berperan penuh dalam pengasuhan dan pendidikan anak-anak kami, sehingga salah satu dari kedua orang tua bertanggung jawab penuh di rumah. Untuk orang tua yang kedua-duanya bekerja, tentulah perlu mempertimbangkan kondisi tersebut.

8. Usia berapa bisa memulai homeschooling?
Sedini mungkin adalah jawaban yang tepat untuk idealisme homeschooling kami, karena pendidikan yang tidak terpisah dari pengasuhan kedua orang tua dan tidak diartikan sebagai pengajaran semata. Rumah dan keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak kami untuk belajar keterampilan hidup, etika dan nilai moral. Sejak dini kami berusaha untuk memberikan ruang bagi mereka bereksplorasi, berkreasi, dan mengembangkan kreativitas mereka pada hal-hal yang mereka minati.

Sumber

Nasihat Orang Tua Sukses dan Gagal

Nasihat Orang Tua Sukses dan Orang Tua Gagal
Apakabar ayah bunda tercinta? Semoga selalu sehat dan bahagia di akhir pekan bersama keluarga tercinta dirumah.
Ayah Bunda dan para guru tercinta di seluruh pelosok negeri.
Ternyata Nasib seorang anak itu sebagian besar di tentukan oleh Pesan dan Nasehat Orang Tuanya.
Demikianlah yang di kisahkan dalam buku yang di tulis oleh Robert T Kyosaki yang berjudul Rich Dad and Poor Dad.

Ternyata hasil riset yang dilakukan oleh Carnigie Institute of Learning terhadap Orang-Orang Paling Sukses dan Orang-Orang Gagal di dunia ini juga menunjukkan hasil yang sama.

Orang-orang yang hidup makmur dan berkecukupan memiliki pola-pola yang mirip satu sama lainya, sementara orang-orang yang gagal juga memiliki pola yang hampir sama satu sama lainnya dalam memberikan nasihat pada anak-anaknya.

Selengkapnaya akan di bahas oleh ayah edy dalam buku terbaru yang sedang di tulisnya yang berjudul MENEMUKAN POTENSI EMAS ANAK SEJAK DINI UNTUK BISA MENCAPAI SUKSES DAN BAHAGIA DALAM PROFESI YANG DI CINTAINYA.

Berikut adalah kebanyakan Nasihat orang tua gagal dalam meberikan nasihat pada anaknya; dirangkum mejadi sebuah rumusan 3 M dan 1 H. Money, Money, Money and Happy. (Uang, Uang, Uang dan Bahagia)

Orang tua gagal selalu memberikan nasihat pada anaknya yang menyelipkan unsur akhir dari tujuan hidup adalah untuk MENDAPATKAN UANG SEBANYAK-BANYAKNYA.

Hingga akhirnya jadilah negara kita yang seperti ini. Sudah jelas2 memilih profesi ABDI NEGARA dan ABDI MASYARAKAT (Mengabdi Pada Negara dan Masyarakat) tapi berusaha sekuat tenaga untuk menjadi KAYA RAYA dan BANYAK UANG melalui profesinya dengan menggunakan segala macam cara yang haram dan melanggar hukum. Karena yang ada di kepalanya hanya ada UANG, UANG DAN UANG lah yang bisa membuat hidupnya bahagia.

Sahabat Keluarga Indonesia,
Lalu apa persisnya nasihat Orang tua Gagal pada anakknya yang terdiri dari 3 huruf M dan 1 Huruf H di akhir.
Inilah isi nasehatnya:

Money yang pertama:

“Sekolah yang pinter ya Nak, biar besok kalo sudah besar pinter cari .....”UANG”

Money yang kedua:

“Nanti kalau kuliah ambil jurusan yang gampang cari kerja ya, biar kamu cepat dapat .....”UANG”

Money yang ke tiga:

“Kalo sudah lulus, usahakan bekerja di perusahan Asing ya... agar gajinya besar dan kamu banyak.....”UANG”.

Dan H yang terakhir:

“Nanti kalau kamu sudah banyak uang, Hidupmu pasti akan bahagia”


Ha....ha.... saya saat ini bisa tertawa, ya mentertawakan diri saya sendiri, yang dulu juga telah mengikuti rumusan hidup semacam ini. Dan apa pelajaran yang saya petik.

“Jika kita sungguh2 mengikutinya; benar memang kita pada akhirnya bisa bekerja di perusahan asing dan bahkan jika mau di negara asing sekalian.”

Tapi apakah UANG menjamin kita pasti bahagia, Eit... tungguh dulu. Saya tertawa lagi setidaknya mentertawakan keyakinan saya dulu terhadap uang.

Ternyata tidak benar jika UANG itu menjamin kita menjadi lebih bahagia, uang hanya mampu membuat kita lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup dan keinginan dan tidak bisa menjamin kebahagiaan hati seseorang.

Hal ini terbukti saat sekarang saya menjadi Konsultan Keluarga. Betapa banyak orang datang kepada saya karena TIDAK BAHAGIA. Dan kebanyakan adalah ORANG-ORANG YANG BANYAK UANGNYA.

Yang lebih mengerikan adalah apa bila ternyata kita tidak bisa mendapat banyak uang apakah seumur hidup kita tidak akan pernah bahagia? Apakah segala cara haram akan kita tempuh untuk bisa mendapatkan UANG SEBANYAK-BANYAKNYA?

Inilah yang sedang di alami oleh negeri ini; hasil dari sebuah nasehat pada anak-anak yang sejak kecil di tanamkan ke alam bawah sadarnya untuk mendapatkan UANG SEBANYAK-BANYAKNYA.


Padahal jika kita mengikuti nasihat ORANG SUKSES dalam mendidik anaknya; maka justru menghasilkan anak-anak yang hidup bahagia dan menjadi MAGNET bagi uang. Tanpa harus mati-matian mencari uang tapi malah uanglah yang mengikuti dirinya.

Lantas seperti apa Nasehat yang diberikan para orang tua sukses ini pada anaknya ? yang kemudian saya coba jalani sendiri mulai usia 33 tahun.

Wah setelah saya terapkan pada diri sendiri dan anak-anak yang mengikuti bimbingan profesi dengan kami, hasilnya sungguh luar biasa !!!

Hidup menjadi jauh lebih bahagia, dan ternyata benar bahwa BAHAGIA itulah yang sesungguhnya akan menjadi MONEY MAGNET (Rezeki akan mengikuti siapa yang hidupnya bahagia dan melakukan profesinya dengan bahagia sepenuh hati) dan bukan UANG YANG MEMBUAT KITA BAHAGIA.

Selengakapnya InsyaAllah akan di bahas dalam buku terbaru kami yang akan terbit akhir bulan Februari 2014 mendatang.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga, mari kita terus belajar dan belajar terus untuk bisa mencapai kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.